PENDIDIKAN MAJU KEMISKINAN TUNTAS


Foto:Dok. Pribadi 

Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan. Secara garis besar pendidikan bukan hanya tentang peajaran formal di sekolah, melainkan segala hal yang dapat membawa seseorang dari ketidaktahuan menjadi tahu dan tidak mengerti menjadi mengerti. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No 20 tahun 2003 via Abduljabar, 2011). Maka pendidikan dalam hal ini bukan semata-mata hanya tentang pelajaran tertentu saja namun segala aspek yang dapat mengembangkan potensi dalam diri seseorang.

Kemiskinan

Kemiskinan merupakan salah satu hal yang masih menjadi masalah di beberapa negara tertinggal dan negara maju hingga saat ini. Kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan secara ekonomi untuk memenuhi standar hidup rata-rata masyarakat di suatu daerah/wilayah ataupun di suatu negara (Wini, 2010). Kondisi ketidakmampuan ini dapat dilihat dari rendahnya angka pendapatan masyarakat sehingga tidak dapat memenuhi standar hidup rata-rata, yang mana akan berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan seperti kesehatan dan pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004, kemiskinan adalah kondisi sosial ekonomi seseorang atau sekelompok orang yang tidak terpenuhinya hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat (Wini, 2010). Oleh karena itu, orang atau kelompok yang digolongkan ke dalam kategori miskin bukan hanya mereka yang tidak memiliki penghasilan namun juga mereka yang berpenghasilan tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ini pasti akan memberikan banyak pengaruh buruk terhadap berbagai macam aspek dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh saat orang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan primer atau kebutuhan yang paling pokok bagi tubuhnya (makanan, minuman dan pakaian) pasti akan berdampak terhadap aspek kesehatan. Kasus kemiskinan dan topik mengenai penyebab kemiskinan hingga sekarang ini masih menjadi perbicangan bahkan perdebatan baik di lingkungan akademik maupun pada tingkat penyusun kebijakan pembangunan (Suryawati, 2004: 123 via Wini, 2010). Oleh karena itu, kemiskinan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang atau sekelompok orang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hubungan Pendidikan dan Kemiskinan

            Pada dasarnya pendidikan dan kemiskinan adalah dua hal yang memiliki hubungan tak terpisahkan satu sama lain. Kemiskinan bukan hanya masalah yang berhubungan dengan dimensi ekonomi, namun juga budaya, sosial, politik dan ideologis (Kuncoro, 2003 via Purnomo, Sodik Dwi, Istiqomah Istiqomah, and Suharno Suharno, 2020). Kondisi kemiskinan secara keseluruhan ditandai dengan kerentanan ekonomi, isolasi, tak berdaya, tidak dapat mengkomunikasikan masukan atau keinginan dan kebutuhan. Berkaitan dengan sifat kemiskinan multidimensi, memberikan dampak yang sangat nyata dan signifikan dalam kehidupan sosial. Sehingga untuk merespon hal tersebut pemerintah Indonesia membentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang digagas oleh Presiden Bambang Susilo Yudhoyono. Yang mana tercantum dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Purnomo, 2019 via Purnomo, Sodik Dwi, Istiqomah Istiqomah, and Suharno Suharno, 2020). Tahap selanjutnya, pemerintah akan membentuk tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi dan Kabupaten (TKPK) dan kota-kota yang bertanggung jawab untuk menganalisis, mengendalikan, dan merancang anggaran, mengontrol proyek pengentasan kemiskinan. Sedangkan, pendidikan sendiri adalah modal utama bagi setiap individu untuk menggali potesi dan meningkatkan kuaitas diri sehingga tidak terjerat dalam kemiskinan.

Pendidikan adalah segala hal yang berkaitan dengan proses balajar bagi setiap individu. Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, bahwa pendidikan bukan hanya tentang pelajaran tertentu saja melainkan segala aspek yang berkaitan dengan usaha untuk mengembangka potensi diri manusia, maka manusia dapat memanfaatkan keterampilan yang ada dalam dirinya untuk memperoleh pemasukan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keterampilan tersebut diperoleh dari proses pendidikan.

Kualitas pendidikan berpengaruh terbalik atau berbanding terbalik terhadap angka kemiskinan. Artinya semakin tinggi kualitas pendidikan maka angka kemiskinan akan semakin berkurang. Berdasarkan realita yang diamati salah satu faktor penyebab tingginya angka kemiskinan adalah rendahnya kualitas pendidikan. Maka untuk dapat mengentas kemiskinan masyarakat diharapkan mampu mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga dapat meningkakan pendapatkan dan pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Hal di atas hendak menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari proses pendidikan yang dilaluinya. Maka investasi terbaik bagi seseorang adalah pendidikan, sebab pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat menunjang kesusksesan. Pendidikan adalah investasi yang paling menjanjikan. Semakin banyak masyarakat yang terdidik maka suatu negara dapat dengan mudah untuk mengentas kemiskinan. Dalam mendapatkan pekerjaan saja, orang-orang pasti membutuhkan pekerja-pekerja yang cerdas atau orang-orang terdidik untuk bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Juga dalam berwiraswasta pasti dibutuhkan indivisu-individu yang terididik agar dapat membangun usahanya. Sebagai contoh seseorang yang memiliki usaha kerjajinan, orang tersebut dapat memaksimalkan keterampilannya melalui pendidikan dan untuk mengembangkan usahanya maka oang tersebut membutuhkan strategi-strategi yang diperoleh melalui proses pendidikan. Ini membuktikan bahwa pada dasarnya pendidikan merupakan modal utama bagi pengentasan pendidikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan memiliki kaitan yang sangat erat dengan pengentasan pendidikan.

Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan

            Berdasarkan uraian di atas, untuk mengentas kemiskinan maka perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan. Dan hal ini membutuhkan peran aktif dari pemerintah karena pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memastikan seluruh elemen masyarakatnya memperoleh pendidikan. Pemerintah dapat melakukan banyak upaya, beberapa di antaranya memberikan bantuan buku kepada lembaga pendidikan formal maupun nonformal, membuat perpustakaan berjalan, memberikan dana pendidikan, memperbanyak program beasiswa, mengadakan pelatihan keterampilan gratis, dll.

Penegasan ulang

Sehingga berdasarkan penjabaran sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan memiliki keterkaitan erat terhadap pengentasan kemiskinan. Kualitas pendidikan berbanding terbalik dengan angka kemiskinan, maka untuk mengurangi angka kemiskinan diperlukan peningkatan kualitas pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah dan dapat dilakukan dalam beberapa upaya. Oleh karena itu, kita harus mampu untuk meningkatkan kualitas SDM agar angka kemiskinan tuntas.

 

Sumber Rujukan

Pristiwanti, Desi, et al. "Pengertian Pendidikan." Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK) 4.6 (2022): 7911-7915.

Wini, Hildegunda. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk Miskin Di Wilayah Pemekaran Tingkat Kabupaten (Studi Kasus Perbandingan Jumlah Penduduk Miskin Sebelum Dan Sesudah Pemekaran di Kabupaten Nagekeo Propinsi NTT Tahun 2005-2009). Diss. UAJY, 2010.

Purnomo, Sodik Dwi, Istiqomah Istiqomah, and Suharno Suharno. "Hubungan Pendidikan Dan Kemiskinan: Pendekatan Variabel Mediasi Pendapatan Per Kapita." E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 9.6 (2020): 539-560.

 Penulis: Nova Sambut (XII IPA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EVALUASI HASIL PTS SMAK SEMINARI ST. YOHANES PAULUS II LABUAN BAJO

Biarkan Takdir Bercerita

MEROSOTNYA PANGGILAN SEMINARIS